Monday, 10 June 2013

Belajar Bahasa Jepang #02 - Tata Bahasa Dasar

Konbawa minna, sesuai janji saya sebelumnya. Saya akan melanjutkan pembahasan kita 2 hari yang lalu. Setelah sebelumnya kita membahas mengenai penggunaan partikel dalam bahasa jepang, nah sekarang saya akan membahas sedikit mengenai tata bahasa dasar dalam bahasa jepang.


Tata Bahasa Dasar
Tata bahasa awal dari Bahasa Jepang. Belajar tentang partikel WA, DESU, DEWA ARIMASEN dll, dan cara menggunakannya.

.... WA ...... DESU.
....    ...... です
Partikel WA (ditulis dengan ha dalam hiragana), adalah kata bantu subjek.
DESU です adalah bentuk positif yang digunakan untuk membuat sebuah ucapan menjadi formal. (huruf u biasa tidak disuarakan jadi dibaca “des”)
Example :
Watashi wa gakusei desu.
Saya (adalah) siswa.
Anata wa sensei desu.
Kamu (adalah) guru.

.... WA .... DEWA/JA ARIMASEN
.... ..... では / じゃありません
DEWA ARIMASEN (bisa juga DE ARIMASEN atau JA ARIMASEN) adalah bentuk negatif (menyangkal) dari DESU, sama artinya dengan "bukan"
Example :
Yoshida-san wa shachō dewa/ja arimasen.
Tuan Yoshida bukan direktur.

Watashi wa Yamada dewa/ja arimasen.
Saya bukan Yamada.

.... WA .... DESHITA
....    .... 
.... WA .... DEWA ARIMASEN DESHITA
..... .....
DESHITA adalah bentuk lampau dari DESU, berarti "dulunya adalah, mantan, bekas"
DEWA/JA ARIMASEN DESHITA adalah bentuk lampau dari DEWA/JA ARIMASEN, berarti "dulunya bukan, bukan mantan"
Example :
Anohito wa isha deshita.
Dia mantan (dulunya) dokter.
Kore wa gakkō dewa arimasen deshita.
Ini bukan bekas sekolah.
Rangkuman :
Watashi wa ten-in desu.
Saya adalah pegawai toko.

Watashi wa ten-in dewa/ja arimasen.
Saya bukan pegawai toko.

Watashi wa ten-in deshita.
Saya mantan (dulunya) pegawai toko.

Watashi wa ten-in dewa/ja arimasen deshita.
Saya bukan mantan pegawai toko.

Kalimat Tanya
Cara membuat kalimat menjadi kalimat tanya dalam Bahasa Jepang sangat mudah. Cukup dengan menambahkan KA pada akhir kalimat.
Example :
Question :
Anata wa kaishain desu.
あなた かいしゃいん です
Kamu adalah pegawai perusahaan.

Anata wa kaishain desu ka.
あなたはかいしゃいんですか。
Apakah kamu pegawai perusahaan?
Answer  :
Bila benar kita memakai kata "hai" yang berarti "ya"
Hai, sō desu.
はい 、そう です
Ya, betul
Bila salah kita memakai kata "iie" yang berarti "tidak" atau "bukan"
Iie, sō dewa/ja arimasen.
いいえ、そう では / じゃ ありません。
Bukan, bukan begitu.
Iie, chigaimasu.
いいえ、ちがいます。
Bukan, salah.

Pola Kalimat Dasar
Belajar struktur pola kalimat dalam Bahasa Jepang. Subjek, predikat, objek, keterangan.
Susunan kalimat dalam Bahasa Jepang berbeda dengan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Dalam Bahasa Jepang, predikat diletakkan di akhir kalimat.
A.      Subjek - Objek - Predikat
Watashi wa hon o yomimasu.
わたし    ほん   よみます。
Saya membaca buku.
Keterangan :
Subjek : Watashi.  (wa adalah kata bantu. Lihat Tata Bahasa Dasar)
Objek : hon (buku)
Predikat : Yomimasu (membaca)

B.      Partikel o adalah untuk menghubungkan objek (kt benda) dengan kt kerja (predikat)
Example :
Lala-san wa tegami o kakimasu.
ララさん てがみ かきます。
Lala menulis surat.
Otoosan wa tabako o suimasu ka.
おとうさんはたばこをすいますか。
Apakah ayahmu menghisap rokok?
Hai, suimasu.
はい、すいます。
Ya, menghisap (rokok).
P.S : Untuk membuat menjadi negatif, rubah akhiran -masu menjadi -masen.
Iie, suimasen.
いいえ、すいません。
Tidak, tidak menghisap (rokok)

C.      Berikut adalah pola kalimat yang lebih lengkap, secara umum :
Subjek - (keterangan waktu) - (keterangan tempat) - Objek - (kt bantu) - Predikat
Example :
Okāsan wa asa resutoran de pan o sukoshi tabemasu.
Ibu pagi hari di restoran makan sedikit roti.
Keterangan :
Subjek        : Okāsan
Ket waktu   : asa  (pagi)
Ket tempat :  resutoran de (di restoran)
Objek         : pan  (roti)
Kata bantu  : sukoshi (sedikit)
Predikat      : tabemasu (makan)

Kata Sifat
Kata Sifat dalam Bahasa Jepang dibagi menjadi 2 golongan, yaitu Keiyōshi dan Keiyō Dōshi.
Yang termasuk Keiyōshi adalah semua kata sifat yang berakhiran dengan huruf 'i', sedangkan Keiyō Dōshi adalah yang tidak berakhiran dengan huruf 'i'

Keiyōshi 形容詞
Ciri-ciri : berakhiran huruf i
Example :
Oishii おいしい (enak), Akai あかい (merah), Takai たかい (tinggi/mahal), Utsukushii うつくしい (cantik)
P.S :       kirai, saiwai, zonzai, aimai bukan termasuk Keiyōshi (pengecualian)
Perhatikan, dalam Bahasa Jepang, kata sifat di depan kata benda (menerangkan kata benda), sama seperti Bahasa Inggris

Example  :
Jeruk manis = Amai mikan
(jeruk = mikan, manis = amai)
Makanan enak = Oishii tabemono
(makanan = tabemono, enak = oishii)

Perubahan kalimat menggunakan akhiran DESU, DESHITA, DEWA ARIMASEN, DEWA ARIMASEN DESHITA untuk akhiran yang berupa kata benda.
Example :
Kore wa oishii tabemono desu.
Ini makanan enak.

Kore wa oishii tabemono deshita.
Ini makanan enak (lampau) / Tadinya ini makanan enak

Kore wa oishii tabemono dewa arimasen
Ini bukan makanan enak

Kore wa oishii tabemono dewa arimasen deshita.
Ini bukan makanan enak (lampau) / Tadinya ini bukan makanan enak

P.S : untuk kata sifat KEIYOOSHI memiliki aturan sendiri, yaitu :

Bentuk Lampau
Ubah akhiran i menjadi 'katta' かった
Example :
Oishii おいしい menjadi Oishikatta おいしかった
Kore wa oishikatta desu.
Ini enak. (Lampau)
Bentuk Negatif
Ubah akhiran i menjadi 'kunai くない'
Example :
Oishii おいしい menjadi Oishikunai おいしくない
Kore wa oishikunai.
Ini tidak enak
Bentuk Negatif Lampau
Ubah akhiran i menjadi 'kunakatta くなかった'
Example :
Oishii おいしい menjadi Oishikunakatta おいしくなかった
Kore wa oishikunakatta.
Ini tidak enak (lampau)
Menyambung Kata Sifat
Ubah akhiran i menjadi 'kute くて'
Example :
Oishii おいしい menjadi Oishikute おいしくて
Kore wa oishikute, yasui desu.
Ini enak, (dan) murah.

 Keiyō Dōshi
(sering juga disebut NA KEIYŌSHI)
Ciri-ciri : tidak berakhiran i
Example :
Shinsetsu しんせつ (ramah), Joozu じょうず (mahir), kimben きんべん (rajin), kirei きれい (cantik,indah)

P.S :       Kata-kata seperti kirei きれい,  adalah termasuk suara e panjang, bukan termasuk akhiran i . Untuk menggabungkan dengan kata benda, harus ditambah partikel NA
Example : S
hinsetsu na hito (orang ramah)
kirei na hana (bunga cantik)
Perubahan KEIYŌ DŌSHI sangat mudah, sama seperti perubahan kata benda yaitu :
Bentuk Lampau
Example :
Kirei deshita.
(Cantik (Lampau))
Bentuk Negatif
Example :
Kirei dewa/ja arimasen
(Tidak cantik)
Bentuk Negatif Lampau
Example :
Kirei dewa/ja arimasen deshita.
(Tidak cantik (lampau))
Menyambung Kata Sifat
Gunakan partikel DE
Example :
Kirei de, shinsetsu desu.
Cantik, (dan) ramah.
Kata Kerja
Kata Kerja (Dōshi 動詞) bahasa Jepang dibagi menjadi 4 golongan, yaitu :
A.      Golongan I - Godan Dōshi 五段動詞
Ciri Godan Dōshi ini adalah, berakhiran u, ku, su, tsu, nu, mu, ru, gu, bu (tidak perlu dihafal)
Example:    
Au, Iku, Hanasu, motsu, shinu, yomu, toru, oyogu, asobu
P.S :               Kata kerja pasti berakhiran u (bentuk dasar kata kerja)
B.      Golongan II - Ichidan Dōshi 一段動詞
Ciri Ichidan Dōshi ini adalah, berakhiran iru dan eru
Example :
Taberu, Oshieru, Miru, Shinjiru
C.      Golongan III - Kahen Dōshi カ変動詞
Golongan ini hanya ada 1 kata saja, yaitu : Kuru くる (datang)
D.     Golongan IV - Sahen Dōshi サ変動詞

Golongan ini hanya ada 1 kata saja, yaitu : Suru する (melakukan;mengerjakan;berbuat)

Mungkin ini yang bisa saya jelaskan sedikit mengenai tata bahasa dasar dalam bahasa jepang, semoga bisa membantu.

Dan saya juga ucapkan terima kasih telah berkunjung dan membaca postingan di blog saya :) 


Thanks to Kuro Yuri yang sudah mau berbagi ilmunya buat kita semua. Hehehhe! arigato gozaimasu yuri-san.

0 comments:

Post a Comment

Sekedar Catatan :
Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel-artikel diblog ini.

 
;