Sunday, 29 June 2014 0 comments

Game Over

Lihat dan rasakan, cobalah untuk merenungkannya, tentang kita yg bukan kita. Aku di sini, berdiri dengan tubuh lemas meratapi semua yang ada di depan mataku. Angin yang berhembus menembus pori-pori tubuhku yang tak sanggup lagi untuk tegap. Melihatmu, memandangmu, dari jauh ialah salah satu sumber tawaku dideretan tangis yang terus kubuat. Hanya kamu yang berani menyelipkan senyum dihariku dengan gayamu yang terkadang terlalu konyol dan membuatku sebal dengan tingkahmu. Tapi, itu semua memang yang benar-benar membuatku merasa hidup, membuatku sadar bahwa aku ada di dunia ini. Namun ku tau, kamu dan aku tak akan pernah jadi kita.

Tak akan ada kata kita dikamus mu yang terlalu sibuk dengan dunia yang mewajibkanmu untuk melupakan ku. Aku hanya ingin kamu melihatku sebagaimana aku melihatmu, memandangku sebagaimana aku memandangmu. Aku tak bisa membaca setiap raut di wajahmu. Aku pun tak bisa membaca apa yang tersirat di balik setiap ketikanmu. Aku juga tak bisa membaca apa yang ada di dalam setiap perkataanmu. Aku di sini hanya bisa mengharapkanmu untuk dapat mengetahui keberadaanku dan mendekapku.
 
;