Wednesday, 22 June 2016 0 comments

Aku Ingin Kembali

Seiring perjalanan hidupku, kau memberiku banyak rintangan.
Mengujiku dengan berbagai cobaan, kulalui semua ... aku terima ya tuhan, Tulus .. Aku ikhlas ya tuhan…

Namun tidak kah kau melihat ku sedikit saja walau hanya sebentar,?
Lelah .. Aku tak sanggup lagi.. Dimana letak kehidupanku yang seperti dahulu ! 
Hidupku yang nyaman tanpa gangguan, Hidupku yang tentram tanpa halangan.
Ingin ku memutar waktu.. Kembali menjadi aku yang dulu, yang terbiasa menjalani hariku dengan senyuman.. 
Kini pudar.. Musnah sudah.. Hilang sudah senyumku yang dulu.
Tuesday, 16 February 2016 0 comments

Tertawa Untuk Menangis


Judul yang aneh bukan, tertawa untuk menangis..

Ya itulah yang sedang aku lakukan..

Saat kesedihan menimpaku, tetapi diri ingin bangkit, ingin melawan rasa sedih itu..

Disinilah terjadi pergolakan batin..
Tuesday, 9 February 2016 0 comments

Bisakah Jika Kuminta Agar Kau Tetap Di Sini?

Rasanya masih sulit dipercaya bahwa kita berdua berada pada titik ini, sedang membicarakan semua yang pernah kita lakukan. Tingkah lakumu pun dapat kubaca dengan jelas, hela nafas yang begitu berat seolah menandakan bahwa semua ini terasa begitu tak bermakna. Aku tahu kau begitu ingin cepat berlalu dari hadapanku. Namun setidaknya dengarkanlah permintaanku meskipun itu hanya pura-pura bagimu.


Aku ingin kamu tetap di sini. Temani aku hingga malam berganti. Jangan tinggalkan aku. Tidakkah kau tahu betapa membutuhkannya aku akan dirimu saat ini? Bukannya aku memaksamu untuk selalu di sisi, namun aku tak pernah begitu mencintai wanita sedalam ini. Perpisahan kita hanya menyisakan beberapa goresan yang makin terasa perih dan nyeri setiap kali aku merasa letih.
Dapatkah kau berusaha untuk mengingat kembali bagaimana kita saling terkait? Kuharap memori itu masih dengan jelas mengisi hati

2 comments

Akhir Dari Ceritaku

“Kadang kita harus berhenti sejenak dan berfikir kalau kita tidak boleh egois dan merelakan mereka dengan cara yang logis”


Selamat malam sayang,
Ini surat terakhir yang aku tujukan padamu.
Surat terakhir bertanda aku mengibarkan bendera putih untuk memperjuangkan kamu.

Bukankah merpati pasti kembali pulang kerumah asalnya? Ah sudahlah, aku tidak ingin menyakiti diri sendiri dengan percaya bahwa kamu adalah merpatiku.

Bagaimana jika kita dipertemukan lagi? Ah sudahlah, lagi lagi aku tidak ingin berharap. Percayakan jawabannya pada Tuhan melalui waktu.
 
;