Lihat dan rasakan, cobalah untuk merenungkannya, tentang kita yg bukan kita. Aku di sini, berdiri dengan tubuh lemas meratapi semua yang ada di depan mataku. Angin yang berhembus menembus pori-pori tubuhku yang tak sanggup lagi untuk tegap. Melihatmu, memandangmu, dari jauh ialah salah satu sumber tawaku dideretan tangis yang terus kubuat. Hanya kamu yang berani menyelipkan senyum dihariku dengan gayamu yang terkadang terlalu konyol dan membuatku sebal dengan tingkahmu. Tapi, itu semua memang yang benar-benar membuatku merasa hidup, membuatku sadar bahwa aku ada di dunia ini. Namun ku tau, kamu dan aku tak akan pernah jadi kita.
Tak akan ada kata kita dikamus mu yang terlalu sibuk dengan dunia yang mewajibkanmu untuk melupakan ku. Aku hanya ingin kamu melihatku sebagaimana aku melihatmu, memandangku sebagaimana aku memandangmu. Aku tak bisa membaca setiap raut di wajahmu. Aku pun tak bisa membaca apa yang tersirat di balik setiap ketikanmu. Aku juga tak bisa membaca apa yang ada di dalam setiap perkataanmu. Aku di sini hanya bisa mengharapkanmu untuk dapat mengetahui keberadaanku dan mendekapku.
Lalu mengapa aku? begitu sakit, ketika melihat tanggal-tanggal berlalu begitu mudahnya.
Begitu sesak, saat mendengar bunyi dentuman jam yang tak pernah berhenti berputar.
Begitu sesal, saat aku tahu kamu belum disampingku dan hanyalah angan disetiap tidurku.
Mengapa waktu tak bisa kuhentikan sekarang? saat aku telah nyaman di sini bersamamu.
Mengapa tak bisa kuambil dirimu dari dunia ini? dari semua kesibukanmu?
Apakah aku terlalu rendah untuk menjangkaumu? memilikimu? menggenggammu?
Aku tak sanggup memaksamu, memintamu, bahkan untuk semenit menghabiskan waktumu bersamaku yang tak penting ini untuk sekedar melihat senyummu sehari, atau mendengar suaramu atau hanya membaca ketikanmu sudah membuatku merasa aku ada dimatamu. Aku tahu ini bakal berakhir dengan air mata..
aku mengerti ini semua tak akan seindah cerita dalam dongeng.
Aku akan mencoba melepasmu dengan sejuta tangis dan air mata, dengan dekapan hujan yang tak henti memelukku setiap harinya. Aku bisa tanpamu. Aku sanggup walau tak harus denganmu..
Akanku coba, dan aku yakin aku bisa walau itu sakit dan sulit.
Terima kasih untuk sampai detik ini, kamu masih tetap yang spesial. Cuma kamu untuk saat ini..
aku mengharapkan yang terbaik untukmu dan itu pasti yang terbaik juga untukku dan untuk semuanya..
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment
Sekedar Catatan :
Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel-artikel diblog ini.