Monday, 14 July 2014

Aku Dan Kalian Yang Bersama

Entah apa yang harus kutilisakan untuk mendeskripsikan apa yang aku rasa kemarin, sebuah pertemuan singkat yang selalu membuatku merasa sedih bercampur senang saat mengingatnya. Hanya sebuah reuni kecil yang diselipkan dengan acara buka puasa bersama. Sebuah kebersamaan yang sangat sulit kuperoleh disisa umurku ini.

Jujur aku ini orang yang kurang menikmati hidup, tapi saat bersama kalian semua itu hilang entah kemana. Bagiku kebersamaan kita adalah hidangan paling nikmat yang selalu ingin aku cicipi.
Meskipun aku senang, buka puasa bersama ini agak berbeda ditahun-tahun sebelumnya, entah kenapa aku merasa canggung saat bersanda-gurau dengan kawan lama, aku yang pada masa SMA terkenal cerewet dan banyak omong kini tak kutau sosoknya, aku seolah menjadi pemalu dan merasa asing dengan mereka. Apalagi saat kutau dia hadir dalam acara itu, seorang gadis yang akhir-akhir ini sering melintas dipikiranku.
Kita yang dulu sering bercanda bersama kini menatapnya sedetikpun aku tak sanggup, setiap kali aku melihatnya seolah tekanan darah dalam tubuhku ini naik sampai keubun-ubun hingga membuat wajahku memerah, produksi hormon dalam tubuhku juga meningkat drastis sehingga menyebabkan aku kehilangan kecerdasan dan tampak sangat bodoh saat itu.

Sebenarnya sebelum acara ini sudah kuyakinkan dalam diriku bahwa aku harus bertingkah biasa saja dihadapannya, bertingkah seolah tak ada sesuatu yang terjadi, tapi ternyata teori tak semudah mempraktekkannya. Dan alhasil itu membuatku terjebak dalam sebuah "awkward moment". Itu terjadi ketika aku secara diam-diam ingin mengambil fotonya tapi yang terjadi aku lupa mematikan "blitch/blitz" *tulisannya gimana sih,. :3*  sontak teman-teman lain yang sedang sibuk dengan percakapannya masing-masing melihatku, heran sambil tertwa, aku yang sejak dari tadi diam melakukan hal yang sangat konyol. 

Tidak sampai disitu, diakhir pertemuan ini ada moment yang membuatku sakit dan kecewa. moment yang membuatku merasakan sesuatu seperti di gambar ini :


Aku tak perlu menjelaskannya disini, dia pasti juga sudah tahu apa yang sudah terjadi. Dia juga sadar ada yang tak beres dengan diriku.
Sebenarnya dia juga sudah membaca isi dari blogku dan ada catatan yang sangat frontal menurutku yang langsung merujuk pada dirinya. Akupun sendiri tak tahu apa dia menyadarinya atau tidak, akupun juga tak tahu apa dia menerimanya dengan baik atau tidak, yang jelas dia tidak terlalu bodoh untuk tidak memahami maksud dari ketikanku itu. Biarlah rasa ini hanya aku yang tahu, kamu cukup menjadi angin yang ada disekitarku. ada tapi tak bisa kuraih.

Big thanks for my little family "ADSPACT", aku masih berharap agar apa yang terjadi kemarin itu bisa terulang kembali, berharap hari ini dan esok-esoknya sebenarnya tak perlu ada, meskipun aku harus merasakan sakit di dalamnya.

0 comments:

Post a Comment

Sekedar Catatan :
Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel-artikel diblog ini.

 
;