Tuesday, 9 February 2016

Akhir Dari Ceritaku

“Kadang kita harus berhenti sejenak dan berfikir kalau kita tidak boleh egois dan merelakan mereka dengan cara yang logis”


Selamat malam sayang,
Ini surat terakhir yang aku tujukan padamu.
Surat terakhir bertanda aku mengibarkan bendera putih untuk memperjuangkan kamu.

Bukankah merpati pasti kembali pulang kerumah asalnya? Ah sudahlah, aku tidak ingin menyakiti diri sendiri dengan percaya bahwa kamu adalah merpatiku.

Bagaimana jika kita dipertemukan lagi? Ah sudahlah, lagi lagi aku tidak ingin berharap. Percayakan jawabannya pada Tuhan melalui waktu.

Sayang, jaga dirimu baik-baik ya…
Aku tau mungkin dia sudah cukup menjagamu dengan nasehatnya, tapi… Bolehkanlah aku mengingatkannya lagi untuk terakhir kalinya.

Jangan tidur terlalu larut, berilah kesempatan untuk tubuhmu istirahat layaknya orang orang.
Biasakan setelah subuh jangan tidur lagi ya, subuhnya juga jangan kepagian, hahaha itu dhuha namanya..
Makan yang teratur. Kemarin kamu sempat bilang akhir-akhir ini musim penyakit, iya kan? Nah jaga kesehatannya ya, jangan sampai ikutan sakit juga.

Oh iya, aku hanya ingin mengucapkan banyak terimakasih.
Terimakasih untuk pelajaranmu tentang hidup, tentang perjuangan dan kebahagiaan,
Terimakasih telah sempat menjagaku dengan baik dan terimakasih telah mengijinkan aku merasakan kenyamanan yang sangat amat nyaman.

Aku pergi…

17 Juli 2014 - 9 Februari 2016

2 comments:

Unknown said...
This comment has been removed by the author.
Unknown said...

Hmmm sabar mko long, merasa tdk enakk’ jg ma km ma si dia, keep smile long n’ gogogo SEMANGAT :)

Post a Comment

Sekedar Catatan :
Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel-artikel diblog ini.

 
;