Aku tak pernah tau kenapa aku menulis ini. Entahlah, jemariku tiba tiba ingin menuliskan kalimat demi kalimat tentang perasaan yang aku rasakan. Temanku bilang aku alay, aku hanya berani mengungkap semuanya hanya dari balik setiap postingan usang.
Aku tak pernah berani mengatakan ini rindu. Tetapi sepertinya ini memang rindu. Jika tidak, mengapa sampai sesesak ini?
Aku pernah merasakan sesak seperti ini. Yaa, dulu ketika ada seseorang yang memutuskan untuk pergi dan tak tahu dia akan kembali atau tidak. Dan sekarang aku merasakan lagi. Dengan orang yang sama, orang yang telah aku sia siakan, orang yang kusakiti perasaannya, orang yang sudah 381 hari tak ku temui dan bertukar sapa dan tak kuharapkan melihat lagi sosoknya.
Aku tak pernah tau mengapa aku seperti ini. Merindukan seseorang yang jelas jelas sudah aku lepas. Merindukan sosok itu disaat dia tak lagi bersamaku, dan itu karena aku.
Menyesal? Absolutely Yes.
Akibat pertemuan itu, di pesta pernikahan kawanku, aku dipaksa untuk mengingat kembali semua kenangan bersama. Aku melihatmu hadir disana, melihatmu dengan kedua bola mataku. Badanku kaku, bibirku membisu diam seribu bahasa. Aku merindukanmu. Merindu sosokmu yang kini berbalik acuh padaku.
Mungkin mereka benar, kita akan mencari cari orang yang sudah kita lepas disaat dia benar benar akan pergi menghilang.
Ahh, aku tak tau harus berbuat apa. Apa aku harus menuliskan kalimat "aku merindukanmu" di sebuah pesan singkat dan aku kirimkan kepadamu? Sepertinya mustahil. Aku tak pernah punya nyali untuk melakukan hal senekat itu.
Apa kata dirimu nanti? Seolah olah kamu akan merasa menang dengan melihat tingkahku saat ini. Aku memang tak berani mengatakan jika aku merindukanmu sekarang. Aku hanya berani menuliskan semua kerinduanku disini. Dengan barisan barisan abjad yang aku tulis dengan jemariku sambil menahan rasa sesak di dada.
Jika aku bisa mencekikmu, aku akan mencekikmu sekarang. Supaya kamu bisa merasakan betapa sesaknya aku menahan rindu ini sendiri.
Yaaa, aku mungkin pernah salah melepasmu. Benar benar tindakan ceroboh yang sampai saat ini masih kusesali.
Semoga dengan tulisan ini, kamu bisa tau. Betapa aku rindu akan sosokmu. SEMOGA!
-A-
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment
Sekedar Catatan :
Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel-artikel diblog ini.