Menangislah untuk Ramadhan yang akan hilang … Menangislah, jika itu bisa melapangkan gundah yang mengganjal sanubari. Jika itu adalah ungkapan penyesalan bahwa Ramadhan sudah akan bergegas pergi, tinggal menghitung hari, Tapi rasanya baru kemarin kita bertekad untuk menyempurnakan tarawih dan qiyamul lail, iya baru kemarin.
Menangislah karena ALLAH tak menjanjikan apa-apa untuk Ramadhan tahun depan, apakah kita masih diikutsertakan pada Ramadhan tahun depan atau telah tertidur dibawah tumpukan tanah, sedangkan Ramadhan kali ini hanya tersisa beberapa jam saja, tersadar bahwa Ramadhan kali ini tersia-siakan. Menangislah untuk Ramadhan yang kan hilang. Biar butir bening itu jadi saksi penyesalan.
Menangislah, lebih keras untuk dosa-dosa yang mungkin belum diampuni, tapi kita masih juga menambahi dengan dosa baru. Berapa kali kita sholat taubat? tetapi tak lama kemudian ada saja kelalaian yang kita buat? Menangislah, Tuntaskan semuanya mulai hari ini. Karena besok Ramadhan telah meninggalkan kita, Ramadhan semakin berlari.
Ramadhan hendak bergegas pergi, dan kita masih saja belum banyak berbuat…
Selamat tinggal Ramadhan, semoga dengan berakhirnya ramadhan ini kita semua mampu menjadi hamba yang lebih baik lagi dimata ALLAH, bukan dimata yang lain. Amin ya rabbal alamin.
MINAL AIDIN WAL FAIDZIN, Mohon maaf atas segala kesalahan dan tulisan yang pernah saya buat diblog ini baik disengaja maupun tidak disengaja.
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1435 H
0 comments:
Post a Comment
Sekedar Catatan :
Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel-artikel diblog ini.