Aku tidak bermaksud menuntut kau harus menjadi seperti apa. Bersama kamu saat ini adalah hal yang di luar dugaanku, walaupun tak bisa aku pungkiri kalau aku pernah membayangkannya, tapi aku tidak pernah mengira hal ini sungguh-sungguh terjadi. Terkadang kamu membuat aku berpikir, apakah aku benar-benar bersamamu?
Apakah sekarang kamu benar-benar menganggapku penting?
Apakah sekarang kamu benar-benar menganggapku penting?
Kalau aku ingat ke saat-saat itu, aku tidak percaya kalau aku telah berjalan sejauh ini.
Ada rasa lega dalam batinku, seakan-akan terbayar sudah waktu yang tertinggal di belakang.
Tapi, perasaan bersalah masih menggangguku sekali-sekali.
Mungkin ini hanya masalah waktu sampai aku benar-benar terbiasa menjalani semuanya.
Tapi aku tak mengerti kamu, setiap ketikanku di internet yang berhubungan denganmu, kamu selalu menentangnya, seakan kamu tak suka dengan apa yang aku lakukan. Atau jangan-jangan kamu merasa malu dan gengsi tentang hubungan kita sehingga lebih baik orang luar tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Ada rasa lega dalam batinku, seakan-akan terbayar sudah waktu yang tertinggal di belakang.
Tapi, perasaan bersalah masih menggangguku sekali-sekali.
Mungkin ini hanya masalah waktu sampai aku benar-benar terbiasa menjalani semuanya.
Tapi aku tak mengerti kamu, setiap ketikanku di internet yang berhubungan denganmu, kamu selalu menentangnya, seakan kamu tak suka dengan apa yang aku lakukan. Atau jangan-jangan kamu merasa malu dan gengsi tentang hubungan kita sehingga lebih baik orang luar tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Aku selalu takut kamu akan merasa bosan dengan semua keluhan yang kucurahkan padamu, muak dengan segala ocehanku, dan aku juga takut kalau sewaktu-waktu kamu mulai malas menanggapiku. Aku masih belum mengerti jalan pikiranmu, jadi aku masih belum bisa membaca apa yang kau pikirkan tentang aku kalau aku begini, atau bagaimana pikiranmu tentang aku kalau aku begitu. Apa artinya ini aku masih terlalu buta tentangmu?
Aku merasa aneh saat aku merindukan kamu, tapi tidak ada yang bisa aku lakukan, padahal seharusnya mudah untuk mengobatinya. Hasilnya apa? Aku hanya memandangi telepon genggamku yang seolah-olah benda mati itu akan mengatakan kalau kamu juga benar-benar merindukan aku. Aku harap kamu tau, aku membutuhkan kamu. Entah untuk membuat aku merasa lebih baik, membuat aku tau kalau aku tidak sendirian, membuat aku merasa kalau aku benar-benar memilikimu, ataupun membuat aku merasa kalau kamu tidak ingin kehilangan aku.
Aku percaya padamu.
Aku Menyayangimu..
0 comments:
Post a Comment
Sekedar Catatan :
Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel-artikel diblog ini.